Teori Agenda Setting: Pengertian, Sejarah, dan Contohnya

Pengertian teori agenda setting McCombs dan Shaw, tiga tingkat agenda setting, istilah terkait, contoh dalam pemberitaan, kritik, dan relevansinya bagi humas.

Mikrofon di atas stand dengan latar ruangan yang buram.

Teori agenda setting menyatakan bahwa media massa memengaruhi isu apa yang dianggap penting oleh publik. Makin sering dan makin menonjol sebuah isu diberitakan, makin besar kemungkinan publik menganggap isu itu penting. Media tidak selalu menentukan pendapat orang, tetapi sangat berpengaruh dalam menentukan apa yang orang pikirkan.

Teori ini sudah berusia lebih dari setengah abad, tetapi relevansinya justru makin terasa bagi humas hari ini. Isu yang diangkat serentak oleh banyak media bisa menjadi perhatian pimpinan, pembuat kebijakan, dan masyarakat dalam hitungan hari.

Asal-usul teori agenda setting

Gagasan dasarnya sering dikaitkan dengan pernyataan Bernard Cohen (1963) bahwa pers mungkin tidak selalu berhasil memberi tahu orang apa yang harus dipikirkan, tetapi sangat berhasil memberi tahu pembacanya tentang apa yang perlu dipikirkan.

Teori ini kemudian diuji oleh Maxwell McCombs dan Donald Shaw dalam studi di Chapel Hill, North Carolina, saat pemilihan presiden Amerika Serikat 1968. Mereka membandingkan isu yang paling banyak diberitakan media dengan isu yang dianggap paling penting oleh pemilih yang belum menentukan pilihan. Hasilnya menunjukkan kemiripan yang kuat. Temuan ini terbit di Public Opinion Quarterly pada 1972 dengan judul The Agenda-Setting Function of Mass Media.

Tiga tingkat agenda setting

Penelitian lanjutan memperluas teori ini menjadi tiga tingkat.

Tingkat

Yang dipengaruhi media

Pertanyaan kuncinya

Tingkat pertama

Penonjolan isu atau objek

Isu apa yang dianggap penting?

Tingkat kedua

Penonjolan atribut atau ciri sebuah isu

Sisi mana dari isu itu yang dianggap penting?

Tingkat ketiga

Hubungan antarisu dan antaratribut

Isu apa yang dianggap saling berkaitan?

Tingkat kedua sangat dekat dengan konsep framing berita. Misalnya, media tidak hanya membuat publik menganggap pembangunan jalan tol itu penting, tetapi juga menonjolkan atributnya: tarif, kemacetan saat libur, atau dampak ekonomi daerah.

Istilah yang berkaitan dengan agenda setting

  • Agenda media: daftar isu yang paling banyak dan paling menonjol diberitakan dalam periode tertentu.
  • Agenda publik: isu yang dianggap penting oleh masyarakat, biasanya diukur lewat survei.
  • Agenda kebijakan: isu yang ditangani oleh pembuat kebijakan, misalnya pemerintah atau parlemen.
  • Agenda building: proses bagaimana agenda media itu sendiri terbentuk, termasuk pengaruh narasumber, siaran pers, dan peristiwa.
  • Intermedia agenda setting: pengaruh satu media terhadap media lain, misalnya isu yang diangkat media nasional lalu diikuti media daerah.

Contoh agenda setting dalam pemberitaan

Pola agenda setting mudah terlihat pada isu musiman. Menjelang libur panjang, misalnya, berita tentang arus kendaraan, tarif tol, dan kesiapan jalur mudik naik tajam. Publik ikut membicarakan hal yang sama, dan instansi terkait dituntut memberi penjelasan.

Data pemantauan Qola memperlihatkan pola serupa. Dalam analisis pemberitaan jalan tol Oktober 2026, 4.287 berita dari 1.138 media dalam sebulan membahas satu topik yang sama dari berbagai sisi. Ketika banyak media mengangkat isu yang sama dalam waktu berdekatan, isu itu cenderung menjadi perhatian publik dan instansi terkait, sesuai yang diperkirakan teori agenda setting.

Kritik dan batasan teori agenda setting

Teori ini punya batasan yang perlu dipahami agar tidak dipakai berlebihan.

  • Efeknya tidak sama untuk semua orang. Orang yang punya pengalaman langsung dengan sebuah isu, misalnya warga yang setiap hari melewati jalan rusak, tidak terlalu bergantung pada media untuk menilai pentingnya isu itu.
  • Arah pengaruh bisa terbalik. Kadang media mengangkat isu karena publik sudah lebih dulu membicarakannya.
  • Lanskap media makin beragam. Dengan banyaknya sumber informasi, agenda media tidak lagi tunggal. Namun berita dari media arus utama tetap sering menjadi rujukan dan dikutip ulang.

Relevansi agenda setting bagi humas

Bagi humas, teori ini menjelaskan mengapa pemantauan media bukan sekadar menghitung berita. Isu yang konsisten muncul di agenda media cenderung masuk ke agenda publik dan agenda kebijakan. Beberapa implikasinya:

  • Membaca agenda media lebih awal. Isu yang mulai naik di beberapa media sering menjadi isu besar pekan berikutnya. Pola ini adalah dasar dari deteksi dini krisis komunikasi.
  • Menilai porsi organisasi dalam agenda. Seberapa sering organisasi muncul dibanding pembanding dalam isu yang sama bisa diukur dengan share of voice.
  • Ikut membangun agenda. Melalui agenda building, siaran pers, data, dan narasumber yang kredibel dapat ikut menentukan isu dan atribut yang diberitakan.
  • Melihat alur dari media nasional ke daerah. Mengetahui media mana yang pertama mengangkat isu membantu tim menentukan ke mana klarifikasi perlu dikirim lebih dulu.

Qola memantau berita online nasional dan daerah serta pernyataan pakar, mengelompokkannya ke dalam isu, dan menampilkan tren penyebutan dari hari ke hari. Dengan begitu tim humas dapat melihat agenda media yang sedang terbentuk dan posisi organisasinya di dalam agenda itu. Lihat fitur Qola atau solusi untuk BUMN dan korporasi.

Foto sampul: Clint Patterson melalui Unsplash. Foto merupakan ilustrasi, bukan dokumentasi pelanggan Qola.

FAQ tentang teori agenda setting

Siapa pencetus teori agenda setting?

Teori agenda setting dirumuskan oleh Maxwell McCombs dan Donald Shaw melalui studi Chapel Hill pada pemilihan presiden Amerika Serikat 1968, yang terbit di Public Opinion Quarterly pada 1972.

Apa inti teori agenda setting?

Media memengaruhi isu apa yang dianggap penting oleh publik. Isu yang sering dan menonjol diberitakan cenderung dianggap lebih penting, meski media tidak selalu menentukan pendapat orang tentang isu itu.

Apa beda agenda setting dan framing?

Agenda setting berkaitan dengan isu apa yang dianggap penting. Framing berkaitan dengan cara isu itu dipahami. Penonjolan atribut isu dalam agenda setting tingkat kedua sering disamakan dengan framing.

Apakah teori agenda setting masih relevan?

Masih. Sumber informasi kini lebih beragam, tetapi berita media arus utama tetap sering dikutip ulang dan menjadi rujukan pembuat kebijakan. Pola isu dari media nasional yang diikuti media daerah juga masih mudah ditemukan dalam data pemberitaan.