Pengertian Media Monitoring: Cara Kerja, Manfaat, dan Contohnya

Apa itu media monitoring? Pahami pengertian, lima tahap cara kerjanya, manfaat bagi humas, bedanya dengan kliping dan social listening, serta cara memulainya.

Foto hitam putih seorang pria membaca surat kabar di depan laptop dengan secangkir kopi.

Media monitoring adalah kegiatan memantau pemberitaan tentang sebuah organisasi, tokoh, isu, atau kata kunci secara terus-menerus, lalu menganalisisnya untuk mengetahui apa yang diberitakan, oleh media mana, seberapa luas, dan dengan nada apa. Hasilnya dipakai tim humas dan pimpinan sebagai dasar keputusan komunikasi: kapan perlu menanggapi, pesan apa yang perlu diperkuat, dan apakah sebuah program diterima publik.

Dalam bahasa Indonesia, media monitoring juga disebut pemantauan media atau monitoring media. Artikel ini menjelaskan cara kerjanya, manfaatnya, siapa yang memakainya, bedanya dengan kliping dan social listening, serta cara memulainya.

Cara kerja media monitoring

Media monitoring modern berjalan dalam lima tahap. Sebagian besar tahap kini dibantu perangkat lunak, tetapi penilaian manusia tetap diperlukan pada tahap analisis.

Tahap

Yang terjadi

Hasilnya

1. Menentukan kata kunci

Menyusun nama organisasi, pimpinan, program, dan isu yang dipantau

Daftar kueri pemantauan

2. Mengumpulkan

Mengambil berita dari media nasional dan daerah yang disepakati

Kumpulan penyebutan

3. Menyaring

Membuang berita tidak relevan, duplikat, dan sindikasi

Data yang bersih

4. Menganalisis

Memberi label sentimen, isu, pengaruh sumber, dan tren

Gambaran nada dan arah pemberitaan

5. Melaporkan

Menyusun ringkasan, peringatan, dan rekomendasi

Laporan untuk pimpinan dan tim

Manfaat media monitoring

Mendeteksi isu lebih awal

Isu jarang langsung besar. Biasanya dimulai dari satu atau dua berita di media daerah, lalu diangkat media lain. Pemantauan rutin memberi waktu bagi tim untuk memeriksa fakta dan menyiapkan tanggapan. Polanya dibahas di deteksi dini krisis komunikasi.

Mengukur hasil komunikasi

Siaran pers, konferensi pers, dan kampanye bisa dinilai dari pemberitaan yang dihasilkan: berapa banyak, di media mana, dan apakah pesan utamanya dikutip. Kerangka penilaiannya ada di evaluasi kampanye PR.

Membandingkan dengan pembanding

Media monitoring menunjukkan seberapa besar porsi pemberitaan organisasi dibandingkan pesaing atau instansi sejenis. Ukuran ini dikenal sebagai share of voice.

Menyediakan laporan untuk pimpinan

Pimpinan sering bertanya "apa kata media tentang kita". Media monitoring menjawabnya dengan data, bukan kesan. Struktur laporannya dijelaskan di laporan monitoring media untuk pimpinan.

Siapa yang memakai media monitoring?

Pengguna utamanya adalah humas instansi pemerintah pusat dan daerah, BUMN, korporasi, dan agensi PR. Selain itu, tim hubungan investor, tim hukum, peneliti, dan lembaga kajian memakainya untuk memantau isu yang berkaitan dengan bidangnya. Kebutuhan khusus pemerintah dibahas di media monitoring untuk instansi pemerintah.

Media monitoring, kliping, dan social listening

Ketiga istilah ini sering dipakai bergantian, padahal cakupannya berbeda.

Istilah

Yang dipantau

Bentuk hasil

Kliping media

Berita tentang organisasi

Kumpulan berita dengan ringkasan

Media monitoring

Pemberitaan media, terus-menerus

Data, analisis, peringatan, dan laporan

Social listening

Percakapan warganet di media sosial

Tren percakapan dan persepsi warganet

Kliping adalah salah satu keluaran media monitoring, seperti dijelaskan di kliping media. Social listening berguna bagi tim pemasaran, sedangkan humas instansi dan korporasi biasanya dinilai dari pemberitaan, sehingga media monitoring menjadi kebutuhan utamanya.

Metrik dasar dalam media monitoring

  • Jumlah penyebutan: berapa kali organisasi atau isu muncul dalam pemberitaan.
  • Sentimen: nada pemberitaan, positif, netral, atau negatif. Tantangannya dibahas di analisis sentimen Bahasa Indonesia.
  • Sebaran media: media nasional dan daerah mana yang memberitakan.
  • Pengaruh sumber: seberapa besar dampak media atau narasumber yang memberitakan.
  • Isu utama: topik yang paling banyak dikaitkan dengan organisasi.
  • Share of voice: porsi pemberitaan dibandingkan pembanding.

Cara memulai media monitoring

Mulailah dari pertanyaan yang ingin dijawab, bukan dari alat. Tulis tiga sampai lima keputusan yang ingin dibantu, susun daftar kata kunci, tentukan media wajib, lalu tetapkan format laporan dan penerimanya. Setelah itu, uji dua atau tiga alat dengan kata kunci Anda sendiri. Panduan cara memilih tools media monitoring memuat sembilan kriteria dan daftar ujinya. Daftar alat yang tersedia ada di rekomendasi media monitoring di Indonesia, dan komponen biayanya di biaya media monitoring.

Media monitoring dengan Qola

Qola adalah platform intelijen narasi publik dan risiko buatan Indonesia. Qola memantau berita online nasional dan daerah serta data dari para pakar, melabeli sentimen dalam konteks Indonesia, memberi skor pengaruh 0 sampai 10 untuk menentukan prioritas, dan menyiapkan laporan PDF, Excel, dan infografis untuk pimpinan dengan data hingga H-1. Analis Qola ikut mendampingi analisis dan penyusunan laporan. Untuk instansi yang mensyaratkan data di lingkungan sendiri, tersedia Qola Sovereign di private cloud atau on-prem. Jadwalkan demo dengan kata kunci organisasi Anda.

Foto sampul: Anna Keibalo melalui Unsplash. Foto merupakan ilustrasi membaca berita, bukan dokumentasi pelanggan Qola.

FAQ tentang media monitoring

Apa itu media monitoring?

Media monitoring adalah pemantauan pemberitaan tentang organisasi, tokoh, isu, atau kata kunci secara terus-menerus, lalu menganalisisnya untuk mengetahui apa yang diberitakan, di media mana, seberapa luas, dan dengan nada apa.

Apa tujuan media monitoring?

Tujuannya mendeteksi isu lebih awal, mengukur hasil komunikasi, membandingkan dengan pembanding, dan menyediakan laporan berbasis data untuk pimpinan.

Apa bedanya media monitoring dan social listening?

Media monitoring memantau pemberitaan media. Social listening memantau percakapan warganet di media sosial. Humas instansi dan korporasi biasanya membutuhkan media monitoring karena kinerjanya dinilai dari pemberitaan.

Apakah media monitoring bisa dilakukan manual?

Bisa untuk volume kecil, misalnya dengan membaca berita dan menyusun kliping setiap hari. Begitu jumlah berita dan kebutuhan laporan bertambah, cara manual mudah melewatkan berita penting dan sulit diukur, sehingga alat khusus menjadi lebih efisien.