Kliping Media: Pengertian, Format, dan Cara Membuatnya
Pahami pengertian kliping media, kolom yang wajib dicatat, contoh format kliping berita online, dan langkah menyusunnya agar berguna bagi tim humas.

Kliping media adalah kumpulan pemberitaan tentang organisasi yang dicatat secara teratur, lengkap dengan nama media, tanggal terbit, tautan, ringkasan, dan penilaian nadanya. Dulu kliping dibuat dengan menggunting koran. Sekarang sebagian besar tim humas mengumpulkan berita daring, tetapi tujuannya tetap sama: punya catatan pemberitaan yang bisa ditelusuri, dibandingkan, dan dijadikan dasar keputusan.
Panduan ini membahas kolom yang perlu ada dalam kliping berita, langkah menyusunnya, contoh format kliping online, serta hal yang perlu diperhatikan saat membagikannya. Contoh di dalamnya bersifat ilustratif dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan instansi atau perusahaan Anda.
Apa itu kliping media dan apa bedanya dengan media monitoring?
Kliping media adalah hasil kerja yang berbentuk arsip: daftar berita yang relevan beserta keterangannya. Media monitoring adalah proses yang menghasilkan arsip tersebut, mulai dari menentukan kata kunci, mengumpulkan berita, menyaring yang tidak relevan, sampai menganalisis pola pemberitaan.
Perbedaan ini penting karena banyak tim berhenti di tahap mengumpulkan. Kliping yang hanya berisi tumpukan tautan sulit dibaca pimpinan dan sulit dipakai untuk membandingkan periode. Kliping yang baik selalu menjawab tiga pertanyaan: berita apa yang muncul, bagaimana nadanya, dan apa yang perlu dilakukan.
Perubahan dari kliping kertas ke kliping digital juga dibahas dalam artikel Hukumonline tentang evolusi kliping. Formatnya berubah, tetapi disiplin pencatatannya tetap menentukan mutu hasil.
Kolom yang perlu ada dalam kliping berita
Setiap baris kliping sebaiknya mewakili satu berita. Gunakan kolom yang sama setiap hari agar data dapat diurutkan, difilter, dan dihitung tanpa harus membersihkan ulang.
|
Kolom |
Isi |
Gunanya |
|---|---|---|
|
Tanggal terbit |
Tanggal dan, bila ada, jam tayang berita |
Mengurutkan kronologi isu |
|
Nama media |
Nama media dan jenisnya (nasional, daerah, cetak, daring) |
Membaca sebaran dan bobot sumber |
|
Judul dan tautan |
Judul asli dan URL artikel |
Memeriksa ulang sumber |
|
Ringkasan |
Satu atau dua kalimat inti berita |
Mempercepat pembacaan pimpinan |
|
Isu atau topik |
Label isu yang disepakati tim |
Mengelompokkan pemberitaan |
|
Nada |
Positif, netral, atau negatif terhadap organisasi |
Melihat arah penilaian |
|
Narasumber |
Pihak yang dikutip dalam berita |
Mengetahui siapa yang membentuk cerita |
|
Catatan tindak lanjut |
Perlu klarifikasi, perlu dipantau, atau cukup dicatat |
Menghubungkan kliping dengan tindakan |
Kolom tambahan seperti halaman cetak, nama wartawan, atau kategori program boleh dipakai jika memang dibutuhkan. Jangan menambah kolom yang tidak pernah diisi atau dibaca, karena akan membuat kliping lebih lama disusun tanpa menambah nilai.
Tujuh langkah membuat kliping media yang rapi
1. Tetapkan tujuan dan cakupan
Tuliskan untuk apa kliping dibuat: laporan harian pimpinan, evaluasi program, atau pemantauan isu tertentu. Tujuan menentukan cakupan media, periode, dan seberapa dalam setiap berita perlu dianalisis.
2. Susun daftar kata kunci
Masukkan nama organisasi, singkatan, nama program, dan nama pimpinan yang sering dikutip. Catat juga variasi penulisan yang biasa dipakai media. Gabungkan dengan operator boolean (AND, OR, NOT) agar hasilnya tidak terlalu lebar atau terlalu sempit.
3. Kumpulkan dari sumber yang disepakati
Tentukan daftar media yang wajib dipantau, termasuk media daerah yang relevan dengan wilayah kerja. Gunakan sumber yang sama setiap periode. Jika daftar media berubah, tulis perubahannya agar penurunan atau kenaikan jumlah berita tidak disalahartikan.
4. Saring duplikasi dan sindikasi
Satu berita sering dimuat ulang oleh beberapa portal dalam satu jaringan. Putuskan apakah berita sindikasi dihitung terpisah atau digabung, lalu terapkan aturan itu secara konsisten. Hapus juga berita yang hanya menyebut nama organisasi secara sambil lalu, kecuali tujuan kliping memang mencatat semua penyebutan.
5. Beri label isu dan nada
Nilai nada terhadap organisasi, bukan terhadap peristiwa yang diberitakan. Berita tentang bencana tidak otomatis negatif bagi instansi yang sedang menyalurkan bantuan. Baca panduan analisis sentimen Bahasa Indonesia untuk contoh kalimat yang sering salah dibaca.
6. Tulis ringkasan yang bisa berdiri sendiri
Ringkasan harus bisa dipahami tanpa membuka tautan. Sebutkan siapa, melakukan apa, dan apa kaitannya dengan organisasi. Hindari menyalin paragraf pertama berita apa adanya.
7. Arsipkan dengan penamaan yang konsisten
Simpan kliping dengan pola nama yang sama, misalnya tahun-bulan-tanggal dan nama unit. Arsip yang tertata memudahkan tim mencari kembali kronologi isu ketika diminta pimpinan atau ketika menyusun laporan bulanan.
Contoh format kliping berita online
Tabel berikut adalah contoh ilustratif untuk sebuah instansi layanan publik. Nama media dan isi berita dibuat untuk latihan, bukan data sebenarnya.
|
Tanggal |
Media |
Ringkasan |
Isu |
Nada |
Tindak lanjut |
|---|---|---|---|---|---|
|
3 Nov |
Media daring nasional A |
Instansi meluncurkan layanan antrean daring di 12 kantor wilayah. |
Digitalisasi layanan |
Positif |
Cukup dicatat |
|
3 Nov |
Media daerah B |
Warga mengeluhkan antrean daring sulit diakses pada hari pertama. |
Digitalisasi layanan |
Negatif |
Klarifikasi ke unit TI |
|
4 Nov |
Media cetak C |
Pengamat kebijakan publik menilai layanan daring perlu masa transisi. |
Digitalisasi layanan |
Netral |
Pantau tiga hari |
Dari tiga baris saja, pembaca sudah melihat polanya: peluncuran diberitakan positif, tetapi muncul keluhan akses dari daerah. Itulah nilai kliping yang disusun rapi. Jika keluhan serupa terus bertambah, gunakan panduan deteksi dini krisis komunikasi untuk menilai kapan isu perlu dieskalasikan.
Kesalahan umum dalam menyusun kliping
Kesalahan yang paling sering adalah memasukkan semua hasil pencarian tanpa membaca isinya. Berita tentang tokoh lain dengan nama serupa atau berita lama yang diterbitkan ulang ikut terhitung, sehingga jumlah pemberitaan tampak lebih besar daripada kenyataannya.
Kesalahan kedua adalah menilai nada berdasarkan judul saja. Judul sering dibuat untuk menarik klik, sementara isi berita bisa lebih seimbang. Kesalahan ketiga adalah mengganti aturan di tengah periode, misalnya mulai menghitung berita sindikasi secara terpisah tanpa memberi catatan. Akibatnya, perbandingan antarbulan tidak lagi setara.
Kesalahan keempat adalah kliping yang tidak pernah dibaca. Jika pimpinan hanya menerima lampiran puluhan halaman, isu penting mudah terlewat. Letakkan tiga sampai lima temuan utama di bagian atas, lalu sertakan tabel lengkap sebagai lampiran.
Perhatikan hak cipta saat membagikan kliping
Artikel berita adalah karya tulis yang dilindungi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Untuk distribusi internal, cara yang lebih aman adalah membagikan judul, tautan, dan ringkasan buatan tim sendiri, bukan menyalin seluruh isi artikel.
Jika organisasi perlu menyimpan salinan utuh untuk arsip, terutama dari media berlangganan, periksa ketentuan penerbit dan minta pertimbangan unit hukum. Hindari mengunggah kliping berisi artikel utuh ke situs publik.
Dari kliping ke laporan dan keputusan
Kliping harian menjadi lebih berguna ketika diringkas secara berkala. Hitung jumlah berita per isu, perubahan nada, media yang paling banyak memberitakan, dan narasumber yang sering dikutip. Format ringkasnya bisa mengikuti panduan laporan monitoring media untuk pimpinan. Jika perlu membandingkan visibilitas dengan organisasi lain, lanjutkan dengan menghitung share of voice.
Menyusun kliping secara manual masih masuk akal untuk volume kecil. Ketika berita yang perlu dibaca sudah puluhan per hari, waktu tim lebih baik dipakai untuk analisis. Qola mengumpulkan berita nasional dan daerah, memberi label sentimen, dan menyiapkan ringkasan sehingga tim humas dapat fokus pada tindak lanjut. Instansi dapat melihat solusi Qola untuk pemerintah sebagai gambaran alurnya.
Foto sampul: Diana Schröder-Bode melalui Unsplash. Foto merupakan ilustrasi, bukan dokumentasi kliping instansi atau pelanggan Qola.
FAQ tentang kliping media
Apa beda kliping media dan press clipping?
Keduanya merujuk pada hal yang sama: kumpulan pemberitaan tentang organisasi. Istilah press clipping lebih sering dipakai untuk media cetak, sedangkan kliping media mencakup media cetak dan daring.
Seberapa sering kliping perlu dibuat?
Sesuaikan dengan kebutuhan keputusan. Instansi dengan isu aktif biasanya membutuhkan kliping harian, sedangkan program yang jarang diberitakan cukup dipantau mingguan. Saat ada isu yang berkembang cepat, frekuensinya dapat ditingkatkan sementara.
Apakah berita yang hanya menyebut nama organisasi perlu dimasukkan?
Tergantung tujuan kliping. Untuk menghitung seluruh penyebutan, masukkan dan beri label penyebutan singkat. Untuk laporan pimpinan, utamakan berita yang membahas organisasi atau programnya secara substansial.
Format apa yang paling praktis untuk kliping digital?
Lembar kerja dengan kolom tetap paling mudah difilter dan dihitung. Untuk pimpinan, ubah lembar kerja itu menjadi ringkasan satu halaman yang memuat isu utama, nada, dan tindak lanjut.